Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Konferensi Internasional Perubahan Iklim, Bagian 17 dari 18

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dalam episode ini, para panelis dan hadirin membahas peran seniman, media, serta pilihan gaya hidup dalam mempromosikan kesehatan, rasa empati, dan kesadaran lingkungan.

(Kami ada satu set pertanyaan terakhir dari hadirin. Dan yang pertama adalah dari seorang aktor laga profesional, Robert Alonzo.)

Robert: Pertanyaan ini ditujukan kepada Maha Guru Ching Hai dan John Raatz. Bagaimana seniman dan penghibur bisa gunakan pengaruh mereka utk jadikan kehidupan suci serta melestarikan kehidupan sebagai hal yang keren dan disukai? Apakah selebriti merupakan elemen kunci dalam evolusi umat manusia menuju dunia yang penuh kedamaian dan kasih sayang? Terima kasih. (Saya biarkan John yang menjawab. (Ya!) Dia cerdas dan keren.)

John: Terima kasih banyak. Ada banyak aspek dalam pertanyaan itu. Secara pribadi, saya merasa bahwa dalam budaya kita, kita terlalu menekankan pada selebriti dan kurang pada orang-orang seperti Maha Guru yang sedang melakukan pekerjaan baik di luar sana. Itu populasi yang sangat besar, dan banyak orang yang melakukan pekerjaan baik namun tidak diakui. (Benar. Itu benar.)

Dan itulah yg saya maksud dengan pergeseran nilai-nilai media – kita perlu mulai lebih menghormati orang biasa yang melakukan pekerjaan baik dan menampilkan mereka sebagai teladan sehingga… Karena saya rasa tidak ada seorang pun di ruangan ini yang tidak merasa sangat, sangat terpesona, dan terbantu dan terinspirasi ketika kita mendengar tentang orang-orang, baik di India, atau Afrika, Eropa, atau negara (benua) lain, yang merupakan individu-individu yang berada di jalanan, berinteraksi dengan masalah apa pun yang ada, dan bekerja untuk memperbaikinya.

Dan cara selebriti dapat membantu dalam hal itu adalah, saya melihat mereka sebagai perantara, karena saat ini banyak orang masih memperhatikan selebriti. Dan hingga kita mengubah pola pikir dan mengarahkan fokus kita pada hal-hal yang benar-benar kita hargai, para selebriti bisa hadir untuk memberikan dukungan mereka, jika boleh saya katakan begitu. Saya bisa memberikan satu contoh. Kawan saya, Jim Carrey, sangat aktif di garis depan gerakan aktivisme. Dia adalah pendukung setia Aung San Suu Kyi, dan kini dia sedang bekerja. Saya tidak tahu hal ini, dan mungkin sebagian dari Anda tahu, bahwa tanaman padi menyumbang jumlah metana yang sangat besar ke lingkungan. Dan Jim kini sedang mengerjakan suatu proyek padi yang akan menciptakan jenis padi yang tidak mengeluarkan gas sebanyak itu dan berkontribusi pada masalah metana.

Jadi, selebriti memiliki nilai dalam memberikan semacam cap persetujuan pada tahap ini. Namun, saya merasa, sekali lagi, kita perlu menghentikan hal itu dan membawa kita semua serta orang-orang di seluruh dunia yang merupakan saudara-saudari yang melakukan pekerjaan ini ke dalam sorotan bagi orang lain.

(Pertanyaan berikutnya datang dari Spice Williams-Crosby.)

Spice: Saya Spice Williams-Crosby. (Halo.) Dan selain sebagai seorang aktris, dan aktris laga, artis bela diri, saya seorang vegan organik kombinasi makanan selama 30 tahun. (Wah!) Dan saya juga binaragawan vegan pertama yang mampu lakukan squat 315 pon (~ 143 kilogram) dan bench press 235 pon, tanpa obat dan tanpa bahan hewani. (Wah! Wah! Itu bisa dilakukan. (Lihatlah dia.)

Guru Ching Hai, Apa kabar? Halo.) Saya ingin sampaikan terlebih dulu bahwa Amerika adalah nomor satu dalam hal kanker, penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan osteoporosis, dan perawatan medis di negara kita ini adalah penyebab kematian terbesar ketiga. Saya percaya bahwa penyakit mulai dari lingkungan yang beracun, namun FDA, perusahaan farmasi, dan perusahaan makanan kita terus mencemari dunia dan tubuh kita dengan bahan kimia yang mereka klaim telah disetujui, semua atas nama ilmu pengetahuan. Saya ingin perkenalkan putra saya, Luke Gregory Crosby, dan dia yang akan mengajukan pertanyaan.

Luke: Halo, nama saya Luke Gregory Crosby. Saya adalah cicit dari Bing Crosby. (Wah, halo.) Saya berusia 13 tahun, dan saya telah menjadi vegan sepanjang hidup saya. (Wah!) Saya belajar seni bela diri, shotokan (karate Jepang), dan saya belum pernah divaksinasi atau apa pun. Tapi saat saya berusia 18 bulan, saya tertular virus coxsackie dari seorang anak yang baru divaksinasi, dan dari situ, saya menderita Diabetes Tipe 1. Tapi pertanyaanku adalah: Menjadi vegan menjaga kadar gula darah penderita diabetes tetap terkontrol – kenapa dokter tidak memberitahu orang-orang, seperti penderita diabetes misalnya, tentang diet vegan untuk menjaga kadar gula darah mereka tetap terkontrol?

Master: Luke yang cantik, saya sangat menyesal. Anda tidak perlu vaksinasi, tapi orang lain yang sudah divaksinasi bisa saja menularkan masalah diabetes ini kepadamu. Sekarang, Anda benar, Luke, saya pikir dokter seharusnya memberi tahu semua pasien mereka tentang manfaat menjadi vegan untuk menyembuhkan diabetes, serta mencegah perkembangan lebih lanjut. Tapi mungkin mereka tak lakukan, atau sebagian mereka melakukan, atau mungkin kebanyakan dari mereka tidak, saya kira. Mungkin mereka tak mengetahui, Luke. Mungkin mereka tidak tahu tentang pola makan vegan yang membantu penderita diabetes.

Veganisme mungkin masih belum sepopuler jeans. Jadi, yang bisa kita lakukan adalah memposting ini di situs web kita, di SupremeMasterTV.com, agar orang-orang bisa melihatnya. Dan Anda sendiri, atau siapa pun di sini maupun di luar sana, silakan posting di situs web Anda sebagai informasi bagi para penderita diabetes, agar mereka tahu bahwa mereka bisa menyembuhkan diri sendiri dengan menjadi vegan. Terima kasih, Luke, atas informasinya yang luar biasa. Dan Anda sendiri terlihat sangat cantik. Ibu Anda pasti bangga.

Dr. Cousens: Ada sebuah buku yang baru saja terbit tahun ini yang saya tulis, judulnya “Ada Obat untuk Diabetes.” Dan ya, kita sedang membicarakan veganisme, tapi sebenarnya yang kita bicarakan – secara singkat – adalah veganisme makanan hidup, di mana kita balikkan kondisinya dalam 21 hari. (Wah.)

(Apakah Anda bicarakan Tipe 1?) Tipe 2. Untuk Tipe 1, yang kita lihat, secara umum, penurunan kebutuhan insulin setidaknya 75% dengan diet ini. Jadi itu sangat signifikan, karena insulin memiliki banyak masalah. Sekadar untuk bersenang-senang, saya ingin catat bahwa Gabriel di sini telah 25 tahun menjalani pola makan 99% hingga 100% makanan mentah. Saat masih kapten pemakan daging dari tim sepak bola tak terkalahkan, saya bisa melakukan 70 push-up. Pada usia 60 tahun, lima tahun lalu, saya melakukan 601 push-up dan jauh lebih fleksibel. Jadi, ada sesuatu yang bisa dikatakan tentang efek anti-penuaan yang luar biasa dari diet semacam ini. Sekarang, saya ingin berbicara tentang vaksinasi sebentar saja. Ini hanyalah bagian dari budaya kesadaran. Penyebab utama polio – yang diakui oleh orang-orang yang memperkenalkan vaksin tersebut – sebenarnya adalah vaksin itu sendiri. (Oh!!!)

Dan mereka mewajibkan semua orang untuk divaksinasi. Kenyataannya, orang bisa tertular, terutama virus SV40, saya tidak ingin terlalu mendalam ke teknisnya, dari orang lain, yang merupakan virus penyebab kanker. Dan lalu satu koreksi: penyebab utama kematian saat ini adalah pengobatan iatrogenik, nomor satu, bukan nomor tiga. Carolyn Dean menulis buku tentang hal itu. Jadi, kita perlu menyadari hal itu, namun hal utama kembali ke detilnya, saya juga akan mengatakan bahwa vaksinasi meningkatkan risiko Anda – menurut penelitian yang dilakukan di Finlandia dan Denmark – sekitar, saya benci mengatakan ini, 147% terkena Diabetes Tipe 1.

Kini kita telah melihat beberapa kesembuhan. Kami memiliki empat atau lima kasus Diabetes Tipe 1 yang telah sembuh total. Dan dalam film kami yang telah dirilis berjudul “Simply Raw”, terdapat pembalikan diabetes – kami sebenarnya memiliki seseorang yang sembuh dalam film kami, yang tidak terduga, tetapi kami memiliki empat atau lima kasus. Kita tak bisa terus bicarakannya – tetapi untuk Diabetes Tipe 2, kita bicara tentang 95% orang yang balikkan kondisinya dalam 21 hari, mungkin enam minggu, tiga bulan. Jadi, sangat menggembirakan karena kita mengaktifkan gen anti-penuaan dan anti-diabetes melalui cara ini. Veganisme itu baik, makanan mentah jauh lebih baik. Kami memiliki semua informasi itu dalam buku “There Is a Cure for Diabetes.”

Namun, hal paling penting adalah, veganisme adalah salah satu cara utama untuk mencegah diabetes. Memakan daging tingkatkan risiko diabetes sekitar 3,8 hingga 4 kali lipat. Jadi, kita hanya perlu mengingatnya. Namun, sekali lagi, inilah gejala dari gaya hidup “budaya kematian”, sama halnya dengan vaksinasi. Dan kita semua sedang bicarakan tentang mengubah kesadaran yang mengatakan, “Hei, kita adalah satu dengan planet yang hidup. Kita mulai melakukan hal-hal secara alami,” atau bahkan lebih baik lagi, kita menyebutnya, “Kita berhenti melakukan kejahatan terhadap kebijaksanaan.” Dan veganisme adalah cara hidup yang tidak menciptakan kejahatan terhadap kebijaksanaan yang menyebabkan pemanasan global dan sesungguhnya menciptakan sejumlah besar penyakit kronis di planet ini. Terima kasih atas pertanyaannya.

(Dan terima kasih banyak atas pertanyaan yang (Terima kasih.) sangat memukau dan beberapa jawaban yang menarik. Kami memiliki satu pertanyaan terakhir dari hadirin, dan itu akan datang dari Lance Webster.)

Lance Webster: Terima kasih, saya di sini. Saya Lance Webster, Administrator Kantor Komunikasi Bumi. Dari awal 1990-an hingga beberapa tahun yang lalu, kami memproduksi serangkaian iklan layanan masyarakat yang telah ditonton oleh lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia, dalam sebagian besar bahasa utama PBB, mengenai isu-isu lingkungan. Dan pertanyaan saya adalah: Jika kami akan memproduksi lebih banyak materi, atau jika media pada umumnya akan berfokus pada bidang tertentu, saya ingin meminta ketiga panelis ini secara singkat mengatakan apa yang akan Anda sarankan untuk fokus media? Bisa jadi isu-isu pemerintahan, isu-isu teknologi, isu-isu ekonomi, atau isu-isu spiritual, atau kombinasi dari semuanya. Bisakah Anda masing-masing jelaskan secara singkat arah mana yang menurut Anda harus diambil oleh media, agar dapat menciptakan jenis perubahan yang kita butuhkan di dunia ini?

Dr. Cousens: OK. Jadi, hal pertama yang ingin kita bahas – dan ini sebenarnya berawal dari apa yang dikatakan John – adalah adanya media lain, dan media itu adalah frekuensi DNA kita sendiri. Itu adalah internet DNA. Dan ketika kita sadar, kita berkomunikasi pada suatu tingkat kesadaran, sebuah pengalaman holografis dari realitas yang lebih dalam. Jadi, ketika kita menciptakan pengalaman holografis kedamaian di dalam diri kita, itu menyebar ke seluruh planet. Hal itu bahkan memengaruhi jumlah bintik-bintik matahari. Ketika orang bermeditasi, pada setiap equinox dan solstice, secara harfiah yang terjadi adalah bintik matahari berkurang sebesar 36%. Jadi jangan berpikir bahwa kita memiliki media yang paling kuat. Itu ada di dalam diri kita, dan itu adalah frekuensi DNA kita. Itu berasal dari keadaan kesadaran kita, dan hati serta pikiran kita yang menjadi satu. Jadi itulah media yang paling utama.

Kesadaran orang-orang yang menciptakan media itulah yang perlu diubah. Dan ketika kita punya orang-orang seperti John Raatz, yang telah seperti itu selama beberapa waktu, itu luar biasa. Dan kita membutuhkan lebih banyak orang di media yang masuk dengan kesadaran dan mempertahankan kesadaran itu. Karena kenyataannya, ada begitu banyak orang – dan itulah apa yg karya John Raatz tunjukkan – yang ingin mendapatkan wawasan yang lebih dalam. Tetapi karena kebutuhan ekonomi, yaitu kekayaan bagi segelintir orang dan kesehatan buruk bagi banyak orang, mereka tidak membiarkan kebenaran itu terungkap.

Namun, jika kita ada media yang terinspirasi secara spiritual dan Ilahi, mereka tetap akan melakukan hal ini karena mereka mampu sampaikan kebenaran itu di setiap tingkatan. Jadi, di luar topik tertentu, kebenaran akan disampaikan pada tingkat kesadaran, apa pun topik yg sedang kita bahas.

Photo Caption: “Semua Harus Bekerja Sama dengan Sumber Keberlanjutan untuk Melestarikan Kehidupan di Bumi”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (17/18)
1
Kata-kata Bijak
2026-04-13
2360 Tampilan
2
Kata-kata Bijak
2026-04-14
2336 Tampilan
3
Kata-kata Bijak
2026-04-15
2267 Tampilan
4
Kata-kata Bijak
2026-04-16
2348 Tampilan
5
Kata-kata Bijak
2026-04-17
2316 Tampilan
6
Kata-kata Bijak
2026-04-18
2289 Tampilan
7
Kata-kata Bijak
2026-04-20
2232 Tampilan
8
Kata-kata Bijak
2026-04-21
2147 Tampilan
9
Kata-kata Bijak
2026-04-22
2134 Tampilan
10
Kata-kata Bijak
2026-04-23
2148 Tampilan
11
Kata-kata Bijak
2026-04-24
2165 Tampilan
12
Kata-kata Bijak
2026-04-25
2054 Tampilan
13
Kata-kata Bijak
2026-04-27
1721 Tampilan
14
Kata-kata Bijak
2026-04-28
1425 Tampilan
15
Kata-kata Bijak
2026-04-29
1064 Tampilan
16
Kata-kata Bijak
2026-04-30
826 Tampilan
17
Kata-kata Bijak
2026-05-01
696 Tampilan
18
Kata-kata Bijak
2026-05-02
517 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Berita Patut Disimak
2026-05-03
309 Tampilan
Serial Multi-Bagian Prediksi Kuno tentang Planet Kita
2026-05-03
673 Tampilan
34:18
Berita Patut Disimak
2026-05-02
1 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-05-02
517 Tampilan
Lagu, Komposisi, Puisi dan Pertunjukan Maha Guru Ching Hai (vegan)
2026-05-02
569 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh